Perempuan Bojonegoro Jadi Agen Perubahan Lingkungan Lewat Gerakan Konservasi Air Bersama Yayasan Sikas dan EMCL

  • Bagikan

Bojonegoro -Dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air dan kelestarian lingkungan, Yayasan Sikas bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) meluncurkan program konservasi air berbasis penguatan kelompok perempuan. Langkah nyata ini diawali dengan rangkaian sosialisasi di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, mulai 26 hingga 29 Mei 2026.

Keempat desa yang menjadi sasaran program ini meliputi Desa Leran dan Desa Wotanngare (Kecamatan Kalitidu), Desa Sedahkidul (Kecamatan Purwosari), serta Desa Kendung (Kecamatan Padangan). Program strategis ini dirancang untuk mendukung visi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperluas konservasi air dan penanaman pohon.

Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari komitmen lingkungan perusahaan yang sebelumnya telah berjalan di wilayah hulu Bojonegoro.

“Sebelumnya EMCL telah menanam pohon di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan air di Kabupaten Bojonegoro, diperlukan kegiatan konservasi yang masif, salah satunya melalui pemasangan biopori ini. Kami berharap dampaknya bisa dirasakan secara jangka panjang oleh masyarakat,” ujar Slamet.

Manajer Program Yayasan Sikas, Ali Abidin, menegaskan bahwa pelibatan aktif kelompok perempuan menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral dan strategis dalam menggerakkan perubahan perilaku, mulai dari lingkup terkecil.

“Perempuan adalah agen perubahan sekaligus madrasah pertama dalam keluarga untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan berskala rumah tangga. Di empat desa ini, kami menargetkan pemasangan 2.000 lubang biopori dan penanaman minimal 400 bibit pohon,” jelas Ali Abidin.

Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro. Melalui pesan video, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengajak seluruh kader PKK dan komunitas perempuan di Bojonegoro untuk menyukseskan program ini demi masa depan generasi penerus.

Aksi kolaboratif di akar rumput ini juga dikawal langsung oleh jajaran pimpinan wilayah setempat, termasuk Camat Kalitidu Djuana Poerwiyanto, Camat Purwosari Ike Widyaningrum, dan Camat Padangan Novita Sari, serta para kepala desa terkait.

Melalui sosialisasi yang interaktif mengenai tata cara pembuatan dan perawatan biopori ini, kesadaran lingkungan diharapkan dapat tumbuh kuat dari dalam rumah, menuju Bojonegoro yang lebih hijau dan kaya akan cadangan air tanah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
It takes less than 60 seconds to set up your professional profile.