Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Pastikan Ketersediaan Air Bersih bagi Masyarakat

  • Bagikan
Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. (foto: harianjatim)

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menetapkan status siaga bencana kekeringan sebagai langkah cepat dan antisipatif menghadapi musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang.

Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026 tentang Wilayah Status Kekeringan. Status itu berlaku selama enam bulan ke depan dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penetapan status siaga kekeringan merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar berupa ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.

“Dengan adanya status siaga, penanganan kekeringan di Kabupaten Sumenep dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Achmad Fauzi.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi dampak musim kemarau, termasuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.

“Kami ingin penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak dapat berjalan dengan lancar. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Bupati menjelaskan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar penanganan kekeringan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga meminta seluruh kepala desa agar meningkatkan kewaspadaan serta aktif memantau kondisi wilayah masing-masing. Apabila ditemukan adanya masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih maupun dampak kekeringan terhadap sektor pertanian, pemerintah desa diminta segera melaporkan kepada pemerintah daerah.

“Para kepala desa harus responsif dan cepat menyampaikan laporan apabila terdapat wilayah yang mulai terdampak kekeringan, sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” tutur Bupati.

Achmad Fauzi berharap kondisi kekeringan di Kabupaten Sumenep tidak berkembang menjadi situasi yang lebih berat. Pemerintah daerah akan terus melakukan langkah antisipasi agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan perlindungan selama musim kemarau berlangsung.

“Semoga kondisi tetap aman dan masyarakat Sumenep selalu diberikan perlindungan,” harapnya.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.         

Download sekarang!

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
For me, coding and music production are two sides of the same coin : it’s all about creating something impactful from scratch.