Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep mengubah arah pembangunan sektor pertanian. Tidak lagi hanya mengandalkan pola budidaya konvensional, pemerintah daerah mulai memperkuat pendekatan berbasis inovasi dan teknologi sebagai fondasi mewujudkan pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah yang kini dikembangkan ialah budidaya tanaman hidroponik. Sistem pertanian tanpa media tanah itu dipandang mampu menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki lahan sempit dan ketersediaan air terbatas.
Arah kebijakan tersebut terlihat saat Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Hainur Rasyid meninjau kebun hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk baru-baru ini, beberapa waktu lalu. Kebun tersebut menjadi lokasi percontohan pengembangan pertanian modern yang didorong Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Achmad Fauzi menilai praktik budidaya yang diterapkan IRA Farm memperlihatkan bahwa keterbatasan lahan tidak lagi menjadi penghalang untuk menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi. Melalui penerapan teknologi, produktivitas dapat ditingkatkan tanpa harus bergantung pada luas lahan.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari langkah nyata. Kebun hidroponik ini menunjukkan bahwa pertanian modern mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Achmad Fauzi.
Menurut dia, pengembangan hidroponik merupakan bagian dari transformasi sektor pertanian agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Pemerintah daerah ingin mendorong sistem produksi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing produk di pasar.
Karena itu, Pemkab Sumenep terus memperluas pendampingan kepada petani, memperkuat edukasi, serta membangun kolaborasi dengan kelompok tani dan pelaku usaha agar inovasi di sektor pertanian berkembang lebih luas.
“Semoga semakin banyak inovasi seperti ini tumbuh di Sumenep sehingga sektor pertanian semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Kepala DKPP Sumenep Hainur Rasyid menjelaskan, hidroponik dipilih karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan metode budidaya konvensional. Tanaman dapat tumbuh sekitar 30 hingga 50 persen lebih cepat karena nutrisi diserap langsung oleh akar, sementara penggunaan air dapat dihemat hingga 90 persen melalui sistem sirkulasi tertutup.
Karakteristik tersebut, menurut Hainur, sangat relevan diterapkan di Kabupaten Sumenep yang pada sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau.
Selain lebih hemat air, sistem hidroponik menghasilkan produk yang lebih higienis karena minim serangan hama tanah dan penggunaan pestisida dapat ditekan. Budidaya juga dapat dilakukan tanpa lahan yang luas dengan memanfaatkan media tanam seperti sabut kelapa maupun sekam bakar.
Saat ini, pengembangan hidroponik difokuskan pada komoditas sayuran daun dan sayuran buah yang memiliki prospek pasar cukup baik. IRA Farm dipersiapkan sebagai pusat percontohan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian berbasis teknologi.
Di saat yang sama, DKPP terus memperluas sosialisasi kepada masyarakat, terutama kalangan pemuda dan mahasiswa, agar regenerasi petani berjalan seiring dengan berkembangnya inovasi di sektor pertanian. Pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang melihat pertanian sebagai sektor usaha yang modern, produktif, dan menjanjikan.
Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Sumenep karena hingga kini sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Kontribusinya mencapai 38,44 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya.
Melalui pengembangan pertanian modern berbasis teknologi, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap ketahanan pangan dapat semakin kokoh, kesejahteraan petani meningkat, dan sektor pertanian tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(Ikn/Red)


