Bojonegoro, 19 Oktober 2026 – Setelah sukses menggelar sosialisasi program, Tim Kosabangsa kembali melanjutkan rangkaian kegiatan di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, kegiatan kedua berupa Pelatihan Pemasaran Digital Produk Olahan Bawang Merah dan Ternak Domba dilaksanakan di Kantor Komunitas Ternak Makmur Sejahtera pada Senin (19/10).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Tahun 2026 yang digagas oleh STIE Cendekia Bojonegoro bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Kegiatan diikuti oleh anggota Kelompok Petani Bawang Merah dan Komunitas Ternak Makmur Sejahtera dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Murtini, SE., MM. dan Dr. Vera Firdaus, S.PSi., MM.
Dalam pemaparannya, Murtini, SE., MM. menekankan pentingnya membangun merek (branding) dan memanfaatkan media sosial sebagai kanal pemasaran yang efektif. “Produk olahan bawang goreng dan hasil ternak domba Desa Malingmati memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk lain. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemasan yang menarik, identitas merek yang kuat, dan strategi konten kreatif agar produk kita dikenal lebih luas, tidak hanya di Bojonegoro tetapi juga di luar daerah,” ujarnya

Murtini juga memandu peserta untuk praktik langsung membuat konten promosi sederhana, seperti foto produk, video pendek, dan flyer digital yang dapat diunggah ke platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. “Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi langsung bisa memproduksi konten promosi secara mandiri setelah pelatihan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Vera Firdaus, S.PSi., MM., yang membawakan materi tentang perilaku konsumen dan strategi komunikasi pemasaran, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi kunci keberhasilan pemasaran digital. “Konsumen sekarang mencari produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki cerita dan nilai. Petani dan peternak perlu mampu mengomunikasikan keunggulan produk mereka, misalnya dari segi proses produksi yang alami atau manfaat kesehatan,” jelasnya.
Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. salah satu anggota Kelompok Petani Bawang Merah mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang cara memasarkan produk. “Selama ini kami hanya menjual ke tengkulak. Sekarang kami tahu bisa menjual langsung ke konsumen melalui media sosial, sehingga keuntungan bisa lebih besar,” ujarnya.
Pelatihan pemasaran digital ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mitra sasaran untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai jual produk, sebagai upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga petani dan peternak di Desa Malingmati.


