Haul Raja-Raja Sumenep Digelar 30 Oktober, Ulama se-Madura Diundang

  • Bagikan
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (foto: ist)

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan menggelar haul raja-raja Sumenep pada 30 Oktober 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep itu direncanakan melibatkan ulama dan perwakilan kesultanan dari empat kabupaten di Madura.

Haul tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para raja yang berperan dalam perjalanan sejarah Sumenep sekaligus memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pelaksanaan haul tahun ini direncanakan lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Fauzi, kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang doa bersama untuk para pendahulu, tetapi juga sarana mengenalkan sejarah dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan para raja.

“Insya Allah, kegiatan nanti turut dihadiri ulama dan kesultanan se-Madura,” kata Fauzi.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep Hendarti Anta Dewi mengatakan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan khataman Al-Qur’an pada 31 Oktober 2026, mulai pagi hingga pukul 14.00 WIB.

Pada malam hari, haul dan doa bersama akan digelar di halaman Masjid Agung Sumenep. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para raja di kawasan Asta Tinggi.

Hendarti menjelaskan, pelaksanaan haul tahun ini melibatkan peserta yang lebih luas. Selain jajaran kepala daerah, pemerintah kabupaten juga mengundang para ulama dari empat kabupaten di Madura.

“Haul kali ini lebih besar dari tahun sebelumnya karena selain melibatkan peserta undangan dari jajaran kepala daerah, juga para alim ulama se-Madura di empat kabupaten,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin mengenal sejarah kerajaan Sumenep dan memahami peran para pendahulu dalam membangun daerah.

Haul raja-raja juga menjadi bagian dari upaya merawat tradisi keagamaan yang berkelindan dengan sejarah dan kebudayaan lokal. Dalam konteks peringatan hari jadi daerah, kegiatan itu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi turut memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan identitas budaya Sumenep.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(Ikn/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90