Sawah yang Tetap Menyala Saat Hari Libur

  • Bagikan
Petani asal Kabupaten Sumenep saat mengolah ladang untuk ditanami jagung. (Junaidi/harianjatim)

|| Penulis: Sapa Redaksi

Hari libur nasional selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Kota-kota menjadi lebih lengang pada pagi hari, sementara pusat wisata dan ruang publik perlahan dipenuhi masyarakat yang menikmati waktu bersama keluarga. Di tengah ritme yang melambat itu, ada kehidupan lain yang tetap berjalan seperti biasa: aktivitas di sawah.

Di berbagai desa di Jawa Timur, para petani tetap memulai hari sejak pagi. Sebagian memeriksa aliran irigasi, sebagian lain membersihkan pematang atau memastikan tanaman padi tumbuh dalam kondisi baik. Pekerjaan itu berlangsung tanpa banyak sorotan, bahkan ketika sebagian besar masyarakat sedang menikmati jeda dari rutinitas harian.

Pemandangan tersebut sesungguhnya menghadirkan satu pengingat sederhana: pangan adalah hasil dari kerja yang berlangsung setiap hari. Ia tidak lahir dari proses yang instan. Ada ketekunan, ketelitian, dan kesabaran panjang yang menopang keberadaannya hingga akhirnya tiba di meja makan masyarakat.

Karena itu, hari libur dapat pula dimaknai sebagai ruang refleksi untuk melihat kembali posisi sektor pertanian dalam arah pembangunan nasional. Di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan, ekspansi industri, dan perubahan pola ekonomi masyarakat, pertanian tetap memegang peran mendasar dalam menjaga keberlanjutan hidup bersama.

Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian menghadapi tantangan yang tidak ringan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya penurunan luas panen padi pada 2024 dibanding tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, tekanan terhadap lahan pertanian produktif juga terus muncul seiring berkembangnya kebutuhan ruang untuk permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi baru.

Perubahan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika pembangunan yang hampir selalu terjadi di banyak daerah berkembang. Akan tetapi, di tengah kebutuhan untuk terus bertumbuh, keseimbangan tetap menjadi hal penting yang tidak dapat diabaikan. Pembangunan ekonomi memerlukan ruang bergerak, tetapi ketahanan pangan juga membutuhkan kepastian keberlanjutan lahan dan regenerasi petani.

Dalam konteks itulah, keberadaan petani sesungguhnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas ekonomi. Mereka menjaga kesinambungan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempertahankan ruang hidup pedesaan yang selama ini menjadi bagian penting dari struktur sosial Indonesia.

Di sisi lain, sektor pertanian juga menghadapi tantangan regenerasi. Tidak sedikit generasi muda desa yang mulai melihat pertanian sebagai sektor dengan tingkat ketidakpastian tinggi. Perubahan iklim, biaya produksi yang meningkat, serta fluktuasi hasil panen menjadi kenyataan yang dihadapi sehari-hari. Situasi tersebut memerlukan perhatian yang lebih berkelanjutan agar pertanian tetap memiliki daya tarik bagi generasi berikutnya.

Pada akhirnya, sawah yang tetap hidup saat hari libur menyampaikan pesan yang sederhana tetapi penting: ada kerja-kerja sunyi yang selama ini menopang kehidupan bersama. Dalam hiruk-pikuk pembangunan dan percepatan ekonomi, perhatian terhadap sektor pertanian barangkali memang tidak selalu hadir di ruang utama percakapan publik. Namun justru dari ruang-ruang sunyi itulah ketahanan sebuah bangsa sering kali ditentukan.


||* Tim Kreator HarianJatim.Com


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Nordicnodes | professional saas tools for everyone.