El Nino Mengintai, BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Potensi Kekeringan

  • Bagikan
El Nino Mengintai, BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Potensi Kekeringan. (foto: infografis)

Reporter: harianjatim

Pamekasan-harianjatim.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pamekasan mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan lebih panas akibat potensi fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pertengahan Mei ini wilayah Pamekasan mulai memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Pelaksana Tugas Kepala Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dan pemetaan wilayah rawan kekeringan guna mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Menurut dia, kondisi kemarau 2026 diprediksi berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, musim kemarau berlangsung relatif singkat dan masih disertai curah hujan sedang. Sementara tahun ini, potensi El Nino diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas.

“Untuk tahun ini ada potensi El Nino, sehingga prediksi kemarau akan lebih panjang dan lebih panas dibanding tahun kemarin,” katanya.

BPBD Pamekasan telah melakukan pemetaan internal berdasarkan histori kekeringan dan kondisi geografis di sejumlah kecamatan. Dari data awal, diperkirakan terdapat 78 desa dan 272 dusun yang berpotensi terdampak kekeringan, hampir sama dengan kondisi pada 2024 lalu.

“Jika nantinya ditetapkan status tanggap darurat kekeringan, BPBD akan melakukan berbagai langkah penanganan seperti distribusi air bersih, penyediaan tempat penampungan air, hingga bantuan terpal dan tandon air yang bisa dimanfaatkan warga secara kolektif,” ujarnya.

BPBD juga akan meminta dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena potensi dampak kekeringan tahun ini diprediksi lebih luas dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin itu kemarau basah, sementara tahun ini ada prediksi El Nino yang cukup besar. Tetapi kami tetap akan melakukan verifikasi ke lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” katanya.

Ia menambahkan, upaya penanganan kekeringan sebenarnya telah dilakukan oleh DPRKP melalui program pengeboran sumber air di sejumlah wilayah. Namun kondisi alam dan curah hujan yang berbeda membuat dampak kekeringan setiap tahun tidak bisa disamakan.

BPBD Pamekasan juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB yang menjadi puncak suhu panas.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama musim kemarau tetap tercukupi.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(Ryan/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Making digital tools accessible for everyone.