Reporter: harianjatim
Malang-harianjatim.com. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membekali mahasiswa baru dengan kemampuan kepemimpinan, karakter, dan kecakapan digital melalui Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Batch 1.
Program yang digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM, Senin (13/7/2026), mengangkat tema “Impactful Digital Leadership: Inovasi Kader Berkemajuan untuk Solusi Umat dan Bangsa”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.
Kepala Pusdiklat UMM Dr. Zen Amiruddin, mengatakan P2KK memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Menurut dia, P2KK bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, melainkan ruang pembelajaran untuk membangun karakter, memperluas jejaring, dan mengasah keterampilan kepemimpinan.
“P2KK ini penting untuk membangun relasi, membangun karakter, dan skill,” ujar Zen.
Ia menyebut, P2KK Batch 1 diikuti 270 mahasiswa baru dari berbagai fakultas di lingkungan UMM. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menemukan potensi diri sekaligus memahami nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan bersama.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga membentuk manusia yang matang secara karakter.
“Belajarlah membangun kapabilitas dan potensi agar tumbuh menjadi masyarakat yang dewasa dalam segala hal sehingga mampu memberikan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” kata Nazaruddin.
Ia mengingatkan mahasiswa agar membangun kepercayaan diri dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari orientasi kepemimpinan.
“Kita harus memiliki kepercayaan diri bahwa kepentingan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi,” ujarnya.
Nazaruddin menilai, perubahan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teori. Ia menyampaikan hasil riset Market Brief yang menunjukkan rata-rata lulusan membutuhkan waktu sekitar 1,8 tahun untuk memperoleh pekerjaan pertama.
Karena itu, menurut dia, mahasiswa perlu membangun kemampuan adaptasi, komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan sejak berada di bangku kuliah.
“Melalui program ini saya harap semuanya mengikuti, mengkaji, merenungkan, dan menikmati kebersamaan. Carilah nilai-nilai yang bisa ditanamkan sebagai refleksi ketika terjun ke masyarakat,” tutur Nazaruddin.
Melalui P2KK, UMM berharap mahasiswa baru mampu tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan era digital sekaligus memiliki komitmen menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Program tersebut menjadi salah satu langkah UMM dalam memperkuat karakter kader berkemajuan yang adaptif terhadap teknologi, berintegritas, dan memiliki kepemimpinan yang berdampak bagi bangsa.


