BOJONEGORO – Bertempat di TK Dharma Wanita Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Kampanye Gerakan Konservasi Air Melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan “Banyu Kangge Urip” pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kesadaran lingkungan di tingkat dasar yang dimotori langsung oleh kaum perempuan.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai lapisan masyarakat desa. Adapun peserta yang terlibat aktif meliputi ibu-ibu kader PKK Desa Sedahkidul, wali murid, serta para guru PAUD dan TK Dharma Wanita Desa Sedahkidul yang antusias mengikuti setiap tahapan diskusi dan praktik.
Dalam sambutannya, Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menegaskan alangkah pentingnya peran strategis perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, pendekatan berbasis kelompok perempuan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena kebiasaan dan kepedulian yang melekat pada sosok seorang ibu.
”Perempuan dinilai lebih gemati (perhatian dan telaten), baik dalam merawat keluarga maupun lingkungannya,” ujar Ike Widyaningrum dalam penyampaiannya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Manager Program Yayasan Sikas, Ali Abidin, menjelaskan manfaat ganda dari pembuatan lubang biopori ini. Selain berfungsi utama sebagai resapan air hujan untuk menjaga ketersediaan air tanah, biopori juga menghasilkan pupuk kompos organik yang bernilai ekonomis bagi rumah tangga.
”Dengan pemanfaatan kompos hasil biopori, warga bisa menggunakannya untuk budidaya tanaman pekarangan, sehingga secara langsung dapat mengurangi biaya pengeluaran harian untuk membeli sayuran,” jelas Ali Abidin

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh pihak pemerintah desa setempat atas terselenggaranya gerakan penguatan kapasitas perempuan ini. Program ini dinilai memberikan dampak langsung yang nyata bagi kehidupan warga sehari-hari.
”Kami sangat berterima kasih akan adanya kegiatan ini, serta berharap nanti bisa terus bermanfaat secara berkelanjutan bagi ibu-ibu dan seluruh keluarga di desa ini,” ungkap Panti Rahayu, Ketua TP PKK Desa Sedahkidul.
Selama kegiatan berlangsung, suasana riuh antusiasme peserta sangat terasa saat memasuki sesi praktik lapangan. Para peserta mempraktikkan langsung cara menanam bibit tanaman pada area demplot mini yang telah disediakan, menggunakan media tanam yang diisi oleh kompos hasil olahan biopori.
Program Gerakan Konservasi Air “Banyu Kangge Urip” ini merupakan wujud kerja sama nyata antara Yayasan Sikas Bhakti Nusantara yang didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Melalui sinergi ini, diharapkan gerakan menjaga ketersediaan air dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas perempuan dapat mereplikasi manfaatnya ke wilayah lain di Bojonegoro.


